KESETIMBANGAN KELARUTAN
Kelarutan, S adalah jumlah maksimal dari zat terlarut yang bisa larut dalam pelarut (air).
Contoh :
Percobaan kelarutan dari AgCl.
Wadah I: dilarutkan ke dalamnya 1 sendok AgCl dan semua AgCl larut (belum jenuh).
Wadah II: dilarutkan ke dalamnya 2 sendok AgCl dan diperoleh keadaan tepat jenuh.
Wadah III: dilarutkan ke dalamnya 3 sendok AgCl dan diperoleh endapan AgCl (lewat jenuh).
Pada keadaan tepat jenuh, jumlah zat terlarut pada wadah II (sebanyak 2 sendok) disebut dengan kelarutan (s). Jika zat terlarut terus dilarutkan melebihi kelarutannya, maka zat tersebut akan mengendap seperti yang diperoleh keadaan di wadah III.
Ksp (Constant solubility product) adalah tetapan hasil kali kelarutan atau hasil kali dari kelarutan/konsentrasi ion-ion senyawanya, masing-masing dipangkatkan koefisiennya.
Jadi, Ksp suatu zat ditentukan dari jumlahnya pada saat tepat jenuh, yaitu dari kelarutannya.
Misalnya: kelarutan/s AgCl adalah 10-5, maka dengan menggunakan rumus Ksp=Xx YySx+y,
Ksp AgCl=11 1110-5(1+1)=10-10
Meramalkan pengendapan
Untuk menentukan apakah Fe(OH)3 yang terbentuk itu mengendap atau tidak, caranya adalah dengan menentukan nilai Q-nya terlebih dahulu, lalu nilai Q-nya dibandingkan dengan Ksp-nya.
Faktor yang mempengaruhi kelarutan
1. Ion senama
2. pH
pH suatu larutan senyawa basa dinaikkan, artinya jumlah basa ditambah,
m aka akan menyebabkan kelarutan senyawa basa tersebut turun.
Hal ini disebabkan karena faktor ion senama, yaitu larutan senyawa basa
dan sejumlah basa yang ditambahkan sama-sama mempunyai ion senama
yaitu ion hidroksida.
3. Pembentukan ion kompleks
Suatu zat yang sukar larut dilarutkan ke dalam suatu larutan, lalu
zat tersebut membentuk ion kompleks, maka kelarutan zat tersebut
bertambah besar. Contohnya AgCl yang dilarutkan ke dalam larutan NH3,
kelarutannya bertambah besar karena terbentuk senyawa kompleks,
yaitu Ag(NH3)2Cl
Contoh :
Percobaan kelarutan dari AgCl.
Wadah II: dilarutkan ke dalamnya 2 sendok AgCl dan diperoleh keadaan tepat jenuh.
Wadah III: dilarutkan ke dalamnya 3 sendok AgCl dan diperoleh endapan AgCl (lewat jenuh).
Pada keadaan tepat jenuh, jumlah zat terlarut pada wadah II (sebanyak 2 sendok) disebut dengan kelarutan (s). Jika zat terlarut terus dilarutkan melebihi kelarutannya, maka zat tersebut akan mengendap seperti yang diperoleh keadaan di wadah III.
Ksp (Constant solubility product) adalah tetapan hasil kali kelarutan atau hasil kali dari kelarutan/konsentrasi ion-ion senyawanya, masing-masing dipangkatkan koefisiennya.
Jadi, Ksp suatu zat ditentukan dari jumlahnya pada saat tepat jenuh, yaitu dari kelarutannya.
Misalnya: kelarutan/s AgCl adalah 10-5, maka dengan menggunakan rumus Ksp=Xx YySx+y,
Ksp AgCl=11 1110-5(1+1)=10-10
Meramalkan pengendapan
- Q<Ksp: larutan
- Q=Ksp: tepat jenuh
- Q>Ksp: endapan
Rumus:
Faktor yang mempengaruhi kelarutan
1. Ion senama
Ion senama akan menyebabkan kelarutan zat turun.
Contoh cara menghitung kelarutan zat dalam ion senama.
Ke dalam 100 mL HCl 0,1M dimasukkan sejumlah AgCl
berapa kelarutan, s, AgCl dalam larutan HCl tersebut?
berapa kelarutan, s, AgCl dalam larutan HCl tersebut?
Hal ini disebabkan karena faktor ion senama, yaitu larutan senyawa basa
dan sejumlah basa yang ditambahkan sama-sama mempunyai ion senama
yaitu ion hidroksida.
Suatu zat yang sukar larut dilarutkan ke dalam suatu larutan, lalu
zat tersebut membentuk ion kompleks, maka kelarutan zat tersebut
bertambah besar. Contohnya AgCl yang dilarutkan ke dalam larutan NH3,
kelarutannya bertambah besar karena terbentuk senyawa kompleks,
yaitu Ag(NH3)2Cl
4. Suhu
Suhu suatu larutan lewat jenuh dinaikkan terkadang dapat menyebabkan
kelarutan zat terebut bertambah besar.
Kesetimbangan Kelarutan terkait dengan peristiwa pelarutan sebuah zat. Misalnya kita melarutkan garam ke dalam sebuah gelas yang berisi air, pertama kita tambah 1 gram garam, dimasukan dan diaduk dan garam larut. Jika kita tambahkan terus menerus, garam tidak larut lagi dan kita katakan larutan lewat jenuh.
Berkaitan dengan kelarutan terdapat tiga keadaan yang dapat kita temui yaitu Larutan tidak jenuh, larutan tepat jenuh dan larutan lewat jenuh.
Pada saat pertama zat padat yang kita tambahkan ke dalam pelarut akan mudah larut.
Larutan tepat jenuh adalah keadaan kesetimbangan dimana jika terjadi penambahan zat terlarut maka terjadi pengendapan, demikian pula jika kita tambahkan sedikit saja pelarut maka zat-zat dengan mudah melarut. Pada keadaan ketiga terjadi pengendapan atau zat tidak larut jika kita tambahkan. Ketiga kondisi ini disederhanakan pada Gambar 9.13.
Gambar 9.13. Keadaan dalam proses pelarutan zat
Keadaan ini dapat kita tuliskan, misalnya larutan garam dalam air akan terionisasi,
LA ⇄ L+ + A-
Dalam keadaan kesetimbangan berlaku,
Ksp (Hasil kali kelarutan) adalah hasil kali konsentrasi ion-ion dalam larutan tepat jenuh dan tiap konsentrasinya dipangkatkan dengan koofisien reaksinya. Variable [L+] dan [A-] adalah konsentrasi ion dalam adalah mol/L
Untuk reaksi garam yang lebih kompleks, misalnya
LA ⇄ a L+ + b A-
Maka persamaan untuk Ksp-nya adalah :
jika Ksp > [L+]a . [A-]b ; larutan tidak jenuh
jika Ksp = [L+]a . [A-]b; larutan tepat jenuh
jika Ksp < [L+]a . [A-]b ; larutan lewat jenuh